Pada musim dingin di Ladakh, dataran tinggi Himalaya, danau yang membeku menjadi tempat latihan hoki es bagi anak-anak. Tashi kecil mencintai hoki es lebih dari siapa pun, tetapi bahkan sepasang sepatu luncur es pun tak mampu ia beli. Sementara ia menunggu orang tuanya yang nomaden tanpa kepastian kapan mereka akan kembali, kakek yang selalu mendampinginya semakin tua, dan perpisahan dengan sahabat terdekatnya pun sudah di depan mata. Sutradara Sahil H. Shah menyelesaikan film ini berbekal kepercayaan yang dibangunnya bersama penduduk setempat selama bertahun-tahun berkunjung ke Ladakh. Gerak-gerik tanpa dibuat-buat dari para pemeran nonprofesional, dialog bahasa Ladakh yang hidup, serta penampilan Padma Chorol yang benar-benar merupakan atlet tim nasional menghubungkan film ini dengan kehidupan nyata di Ladakh secara erat. Film ini menatap dengan halus dunia batin seorang anak yang dalam diam melewati masa-masa mimpi dan kehilangan, perpisahan dan penantian. Di antara tempatnya menetap dan jalan untuk melangkah maju, pada musim dingin tahun itu, begitulah gadis itu tumbuh dewasa.