Singapura pada akhir 1960-an, tak lama setelah kemerdekaan. Seorang pria menginterogasi seorang perempuan. Di sebuah ruangan remang-remang yang hanya berisi asbak, telepon hitam, dan perekam pita, tanya jawab panjang terus berlangsung, lalu suara-suara asing mulai menyusup ke dalam percakapan. Tak lama kemudian, seolah kerasukan, perempuan itu mulai mengisahkan tokoh-tokoh dan kesaksian dari berbagai zaman, termasuk persidangan mengenai tulisan pada batu nisan pada 1983. “Film kecil” karya Daniel Hui ini menumpuk berbagai masa yang terlupakan pada sosok perempuan tanpa nama, lalu dari sana menelusuri proses pembentukan masyarakat oleh hukum dan penyensoran. Ketika batas antara siapa yang berbicara dan siapa yang dimintai keterangan mulai goyah, masa lalu ketika mereka memilih jalan yang berbeda pun turut bertumpuk di antara pria dan perempuan itu. Pada 2024, film ini dilarang diputar di Singapura dan hingga kini belum diputar di sana.