Theresia bekerja mendampingi orang-orang yang sedang sekarat, mendoakan mereka dan membantu para pasien meninggal dengan tenang. Di sisi ranjang Varkichan, seorang pemilik pertanian kaya, Theresia mengajaknya bertobat dan memaafkan. Namun, Varkichan yang keras kepala bukan hanya tidak berniat mati begitu saja, melainkan juga tidak ingin memperlihatkan kelemahannya sekarang kepada putranya, George, dan istrinya, yang datang setelah sepuluh tahun dan hanya menunggu kematiannya. Bagaimana penderitaan berkepanjangan dan kemarahan yang diwariskan dalam keluarga ini, yang menyiksa semua orang, dapat diputus? Pertanyaan ini diajukan oleh istri George, perempuan Tamil yang sepanjang hidupnya diremehkan oleh ayah mertuanya, serta Theresia, perempuan yang mendadak kehilangan keluarganya dan hidup seorang diri. “The Soul Whisperer” adalah film tentang kematian yang bermartabat, sekaligus tentang pengampunan dan keberanian yang hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang masih hidup. Bukan hanya orang yang akan segera meninggal yang membutuhkan penghiburan jiwa.