Xiaodong, yang bekerja sebagai pengemudi taksi daring, adalah seorang pemuda asal desa. Bertahun-tahun lalu, pengalamannya menjadi satpam di Akademi Film Beijing justru menyeretnya ke dalam mimpi perfilman, menjadikannya “abang satpam inspiratif” yang sempat bersinar. Namun, setelah perhatian daring itu surut, ia terpaksa kembali ke kenyataan; Yuzhuo yang berusia paruh baya pernah memiliki pekerjaan yang terhormat dan keluarga yang tampak bahagia tetapi kurang berkomunikasi. Akibat suatu penyakit, ia bertemu Xiaodong di tengah kemurungan dan kepanikan karena waktunya tak banyak lagi. Ia mempertaruhkan segalanya dan menyerahkan diri ke dalam pelukan cinta.
Sebuah keberuntungan sekaligus kemalangan, pertemuan keduanya bagaikan batu biasa yang dilemparkan ke permukaan air yang tenang. Selain memercikkan air dengan dahsyat, pertemuan itu juga menimbulkan riak demi riak dan reaksi berantai…