Tae-ju (Park Hansol), yang tersiksa oleh bisik-bisik dan desas-desus orang tentang dirinya tanpa tahu alasannya, naik kereta seolah sedang melarikan diri. Novelis Ewha (Ye Sujeong), yang ditemuinya secara kebetulan, mengatakan bahwa Tae-ju mirip tokoh utama dalam novel yang sedang ditulisnya. Setibanya di pantai, Tae-ju bertemu pesulap jalanan Manhyuk (Kim Wookyum), mampir ke tempat peramal saju andal yang diberitahukan Ewha, dan menghabiskan waktu selama beberapa saat di penginapan bersama orang-orang yang baru pertama kali ditemuinya. “Beach Fictions” adalah debut menakjubkan yang, di balik wajah jernih, aura cerah, dan kelembutannya, menampilkan sepenuhnya kecakapan dan kendali seorang pencerita yang tangguh. Bukankah kabar dari mulut ke mulut dan desas-desus, bahkan fiksi dan cerita, memang hidup dan bergerak seperti makhluk hidup, berjalan sesukanya tanpa memedulikan benar atau salah? Justru sifat cerita itulah—ketika perkataan awal segera mendapat tambahan dan berubah bentuk—yang terus berputar dalam film ini, menetap sebagai suatu misteri, kedalaman yang tak dapat diselami, keberadaan yang tak diketahui, dan pertanyaan yang tak pasti. Ketika orang-orang yang sama di tempat yang sama menjalani waktu sinematik dua kali, mereka akan berhadapan dengan keadaan emosi dan momen pengambilan keputusan yang serupa tetapi jelas berbeda. Sebenarnya ini cerita siapa, dan cerita macam apa? Ketika pantai yang menyegarkan dan cahaya yang menenteramkan menyelimuti dunia ini, kita akan segera menjumpai momen sinematik, keajaiban bernama sinema. Daya hidup Park Hansol dan Kim Wookyum, yang sarat dengan udara dan kelembapan, berkilau.