Seorang lelaki mengakhiri hidupnya sendiri. Bagi Suyeon, ia adalah ayah; bagi Inseon, ia adalah suami. Film panjang kelima sutradara Lee Kwang-kuk, yang selama ini menangkap celah-celah keseharian dan emosi halus dalam hubungan, “BEAUTIFUL DREAMER”, mempertanyakan cara menghadapi kehilangan. Bahkan ketika musim peringatan tiga tahun kematiannya mendekat, mereka yang ditinggalkan masih menderita insomnia. Meski kehilangan orang yang sama, mereka tidak mengalami peristiwa yang sama, dan beban emosi yang kian sulit ditanggung menciptakan lubang besar di antara Suyeon dan Inseon. “BEAUTIFUL DREAMER” melangkah masuk ke dalam kekosongan yang ditinggalkan oleh ketiadaan orang terkasih, menelusuri bagaimana perkabungan dapat dijalani. Para tokohnya berkali-kali terperosok ke dalam lubang itu, tetapi pertemuan kebetulan, ikatan yang dipertahankan dengan susah payah, serta kenangan yang tak terhitung kali diputar ulang menuntun mereka, meski perlahan, ke tempat yang “biasa dan baik”. Sebuah catatan pemulihan ketika tawa terlahir kembali di tempat kesedihan dan amarah menggenang.