Informan polisi Jagtar menahan Amir, seorang pria Muslim asal Kashmir. Dalam perjalanan bersama melewati hutan dan pegunungan hingga ke kota yang hiruk-pikuk, Jagtar membebaskan Amir lalu kembali ke kampung halaman yang dahulu ditinggalkannya seolah sedang melarikan diri. Di kampung halamannya, tempat perjuangan buruh tani mulai diorganisasi, Jagtar kembali bertemu Raman, seorang tuan tanah yang pernah menjadi kekasihnya, sementara Amir yang datang mencari Jagtar mulai merasakan solidaritas setelah bertemu Dilraj, pemimpin organisasi buruh. Shashank Walia, yang berlatar belakang sebagai sinematografer, menangani penyutradaraan dan sinematografi film ini, menggambarkan persoalan sosial besar seperti seksualitas, patriarki, perlawanan petani, dan hierarki kasta dalam gambar hitam putih yang terkadang pilu dan indah, terkadang kuat dan dinamis. Sebuah film debut memikat yang puitis dan meditatif, sekaligus dipenuhi semangat pembebasan yang membara.