Amreen, seorang muslimah yang pandai memasak, memutuskan untuk mencari nafkah sendiri setelah suaminya, Imtiaz, mengalami kecelakaan. Di tengah penolakan keluarga dan prasangka terhadap hijab hitamnya yang membuat pekerjaan pun sulit didapat, ia memulai karier pertamanya sebagai juru masak di rumah pasangan vegan, Parul dan suaminya. Semakin Amreen, yang semula pontang-panting menghadapi bahan dan cara memasak yang asing, diakui kemampuannya dan semakin padat jadwalnya, posisi suaminya sebagai kepala keluarga mau tak mau kian menyempit. Melalui pasangan yang menghadapi krisis terbesar dalam 18 tahun pernikahan mereka ini, sutradara Tannishtha Chatterjee dengan sepenuh hati mendukung pilihan perempuan yang menantang penindasan adat dan tradisi. Adegan-adegan bak lelucon yang sesekali disisipi khayalan Amreen menjadi ruang bernapas sekaligus keajaiban ceria bagi Amreen maupun penonton. Barangkali yang kita butuhkan hanyalah satu warna yang cerah. Warna yang selalu kita impikan, bahkan tanpa menyadarinya sebagai impian.