Nama berikutnya dalam Japanimation sudah pasti Shingo Natsume. Ia mewarisi imajinasi spekulatif Mamoru Oshii, visual Satoshi Kon, hingga gaya santai dan kepekaan musikal Shinichiro Watanabe secara merata tanpa kehilangan kepribadiannya sendiri. Cerita berlatar di masa depan yang dekat. Teknologi canggih membuat tenaga kerja manusia tak lagi dibutuhkan. Ketika berusia 18 tahun, manusia menjalani seleksi berdasarkan kegunaan mereka oleh sistem raksasa bernama Altverse. Mereka yang tidak terpilih harus menghabiskan sisa hidup tanpa makna khusus, tetapi seorang gadis bernama Neekei telah sejak dini terpilih sebagai pengelola “Langit Berbintang”, semacam alam baka. Neekei memimpikan Langit Berbintang yang hanya berisi keindahan, tetapi karena kurang memahami manusia dan tidak terbiasa dengan emosi, ia tak dapat mendekati keindahan yang “sejati”. Namun, ia berubah setelah bertemu Mars. Dalam dunia deterministis yang tak berperasaan, bagaimana manusia akan memilih kehidupan yang “sejati”? Untuk menjawab pertanyaan lama ini, Shingo Natsume menumpuk emosi yang pekat tanpa berlebihan, lalu menyarankan agar kita mengikuti suatu cahaya. Kita pasti tak bisa tidak mengangguk menerima ajakan ini.