Yoi, siswi SMA yang memiliki paras menarik sekaligus kecerdasan, dijuluki “pangeran”, tetapi menjalani hidup dengan perasaan campur aduk karena lebih diperlakukan sebagai “cowok keren” oleh sesama perempuan ketimbang lawan jenis. Di hadapannya muncul Kohaku, kakak kelas dengan pesona mencolok yang juga dijuluki “pangeran”. Berbeda dengan kesannya yang tampak main-main, Kohaku menyampaikan perasaannya secara terus terang, dan berkat pendekatannya yang penuh kasih, keduanya akhirnya mulai berpacaran. “In the Clear Moonlit Dusk”, adaptasi live-action manga populer berjudul sama, memikat perhatian lewat chemistry sempurna Shunsuke Michieda dan Seira Anzai, yang seolah keluar dari halaman manga. Film ini menggambarkan perasaan masa muda secara segar, mulai dari kurangnya kepercayaan diri, kekaguman terhadap orang lain, hingga kecemburuan yang terkadang kekanak-kanakan. Kisah cinta pertama yang manis dan sendu tentang dua “pangeran” yang melihat diri sejati satu sama lain dan akhirnya menemukan keberanian untuk bersinar sebagai diri sendiri.