Pelatih tenis Tom menjalani kehidupan hambar dan berulang di sebuah resor bak surga di Kepulauan Canaria. Ia bolak-balik antara lapangan tenis yang disengat terik matahari dan kelab malam tempat berfoya-foya, dan kerap menderita pengar. Saat itulah pasangan Anne dan Dave muncul, menimbulkan retakan halus dalam kesehariannya. Perlahan terseret ke dalam pertengkaran pasangan ini, ia terjerumus ke rawa emosi. Ia terjangkit kegelisahan yang memikat, seolah mendarat darurat di dunia cerita menegangkan Patricia Highsmith. Tentu saja, peristiwa hilangnya seseorang dan godaan mematikan tak boleh ketinggalan. Sebagaimana ia secara ironis menampilkan potret seorang pemuda yang berkeliaran tanpa tujuan di Berlin dalam film debutnya, “Oh Boy” (2012), sutradara Jan-Ole Gerster menghadirkan Tom, lelaki paruh baya yang tidak bertanggung jawab. Dalam hati ia menginginkan perubahan hidup, tetapi sulit mewujudkannya. Setelah terus mengelak seakan melarikan diri dari jalannya sendiri, ia akhirnya tiba di persimpangan. Aktor Sam Riley, yang menggambarkan masa muda penuh gairah para seniman berjiwa bebas dalam “Control” (2007) dan “On the Road” (2012), kembali menunjukkan kehadirannya melalui wajah Tom yang menyimpan jejak kerasnya kehidupan.