Nur, seorang penjual ayam, menemukan bekas kecelakaan pada sepeda motor kesayangannya. Ia bertanya kepada orang-orang yang pernah meminjam sepeda motornya, menduga mungkin ada kaitannya dengan kecelakaan tabrak lari yang terjadi di desa sehari sebelumnya, tetapi sebagai pendatang dan seorang Muslim, Nur bahkan tidak mereka anggap sebagai lawan bicara. Polisi semakin menekannya karena korban kecelakaan itu adalah kerabat seorang menteri, sementara Abebe, seorang pengungsi dari Sudan Selatan, terus mengikutinya sambil mengatakan ingin mengandung anaknya. Dalam film yang mempertemukan kepekaan Kafkaesque dengan imajinasi mitologis ini, dunia kerap terlihat dari sudut pandang ayam yang bertengger di bahu Nur. Maharshi Tuhin Kashyap menyoroti kaum minoritas yang tersisa sendirian setelah bencana dan berjuang mencari alasan untuk tetap hidup. Jika ayam adalah dinosaurus agung yang berubah wujud untuk menghindari kepunahan, jika sepeda motor adalah kekasih yang bersembunyi untuk menghindari eksploitasi dan penindasan, mungkinkah dunia menjadi sedikit lebih tertahankan bagi mereka?