Film ini berfokus pada sebuah jalan di pusat kota Warsawa, menampilkan kehidupan dan adat istiadat Polandia dari sudut pandang personal. Sang sutradara, Arjun, datang ke sini untuk belajar, tetapi bertahun-tahun kemudian masih belum dapat sepenuhnya berbaur dengan masyarakat setempat. Hari-hari di Jalan Wilcza pun tidak mudah. Untuk mempercepat proses berbaur, Arjun mulai merekam para tetangganya, menjajaki hubungannya dengan mereka sambil mencari cara untuk melepaskan diri dari rasa keterasingannya sendiri.
Arjun berkenalan dengan Mo Tan, seorang teman yang juga merupakan pendatang dan kemudian beralih profesi menjadi pembuat film. Dengan bantuannya, Arjun menyingkap rahasia Jalan Wilcza yang tidak diketahui orang dan berkenalan dengan beragam sosok. Ia bertemu banyak orang yang memiliki pengalaman serupa dengannya, terjebak di antara masa lalu dan masa kini, terombang-ambing di antara tanah asal dalam bayangan dan rumah dalam kenyataan. Seorang tukang pos yang cerdas dan jenaka mengantarkan penghiburan bagi jiwa-jiwa yang kesepian sembari mengantarkan surat; seorang eksil dari Damaskus membuat sendiri replika kampung halamannya; ada pula sebuah kelompok musik tiup logam yang mengembara ke berbagai tempat… Jalan ini bagaikan benang tak kasatmata yang menghubungkan mereka semua, membawa sedikit penghiburan bagi keseharian yang muram. Di sepanjang jalan sejauh satu kilometer itu, gambaran Eropa modern perlahan muncul—sebuah dunia bak kaleidoskop yang penuh kontradiksi dan kecemasan.
Film ini berusaha melintasi batas-batas buatan antartetangga dan menanggalkan stereotip yang mengakar. Film ini bagaikan sebuah cermin yang diangkat oleh sang sutradara dari negeri asing di hadapan Polandia, yang dikenal karena homogenitas dan sikap antipendatangnya.