Bishnu berhenti bekerja di Delhi dan kembali ke kampung halamannya di dekat Himalaya. Melihat neneknya yang terus menghitung hari hingga putranya mengundangnya ke Dubai, ibunya yang selama ini mengurus rumah tangga dan urusan desa dengan caranya sendiri meski agak tidak efisien, serta kakak perempuannya yang sedang hamil dan pulang ke rumah orang tua untuk menghindari konflik dengan ibu mertua dan suaminya, Bishnu berusaha sebaik mungkin menawarkan kehidupan yang lebih baik bagi mereka. Suatu hari, ia bertemu arsitek Gyan, dan ketika hubungan mereka perlahan berkembang, perasaan Bishnu pun menjadi rumit. “Shape of Momo”, yang mengisahkan tiga generasi perempuan di desa pegunungan terpencil, dengan saksama mengikuti perubahan perasaan Bishnu. Berlatar keindahan alam Himalaya, melalui kejadian-kejadian kecil dan benda-benda yang dijumpai Bishnu sehari-hari, film ini dengan halus menggambarkan betapa sulitnya seorang perempuan berada di tengah orang-orang biasa yang baik sebagai manusia mandiri, bukan sebagai putri, istri, atau ibu seseorang.