Momen-momen gemilang dalam hidup tidak selalu bertepatan dengan masa-masa ketika hidup terasa penuh dan bahagia; bahkan momen yang disertai duka mendalam dan kepedihan pun terkadang dikenang sebagai masa yang bersinar dalam hidup. “Still Shining”, film terbaru sutradara Song Il-gon yang telah mendalami ingatan dan penyembuhan, menggambarkan secara terperinci momen-momen hidup yang menyakitkan sekaligus gemilang itu melalui persahabatan dua sahabat dan kisah tiga tokoh yang indah dan menyayat hati. Film ini menjalin kisah Soon-ok (Park Seo-kyung) dan Jeong-im (Choi Ju-eun) yang berusia 17 tahun pada masa penjajahan Jepang dengan kisah Soon-ok (Kim Hye-ja) dan Jeong-im (Cha Mi-kyung) yang kini telah lanjut usia, serta kisah Doo-young (Moon Seong-hyun). Di dalamnya, persahabatan yang memilukan antara kedua sahabat, persimpangan hidup yang kejam, serta kisah-kisah sulit dalam hidup yang tidak mudah diungkap dijahit dari kepingan ingatan, dan ketulusan hati yang bersemayam dalam hidup serta persahabatan dan cinta yang begitu dalam menggetarkan hati. Kisah mereka, yang juga beririsan dengan kisah-kisah penting dalam sejarah, terukir melalui nyanyian indah Jeong-im yang menyeruak dari kenyataan miskin dan mengerikan, tatapan penuh kasih Soon-ok, serta gambaran ketulusan hati mereka terhadap satu sama lain, menjelma menjadi film yang penuh daya hidup.