Lahir di Binjai pada 1923, Bachtiar Siagian adalah sutradara film Indonesia dan anggota Lekra, sebuah organisasi kebudayaan berhaluan kiri (1950–1965). Ia bertanggung jawab atas Festival Film Afro-Asia ke-3 di Jakarta. Sebagai sineas, Siagian mendasarkan realisme sinematiknya pada realitas sosial dunia ketiga. Sebagian besar filmnya hilang akibat kekerasan antikomunis oleh rezim otoriter Orde Baru.
Dari Festival Film Internasional Tokyo 2026, No. 39