Program queer tahun ini mengusung nama “Menampakkan Diri, Melampaui Batas”, menghadirkan karya-karya yang mewujudkan semangat melampaui batas, baik dalam bentuk maupun isi. Ketika pelopor film queer Barbara Hammer mengarahkan kamera kepada penonton yang menyaksikan karyanya, hubungan ini kemudian berlanjut pada perajutan ulang rekaman semasa hidupnya oleh sineas kontemporer. Melalui pembalikan arah kamera dan pelintasan ruang dan waktu, karya-karya ini memperlihatkan jejak mendalam yang ditinggalkan sang pelopor pada masa lalu dan masa kini; dua karya dengan tokoh utama transgender menyentuh proses transisi gender dan tema memiliki anak, sekaligus mewujudkan potensi eksperimental “sinema trans” dalam bentuknya. Selain itu, program ini juga mencakup dua subprogram, “Persembahan Khusus: Meriem Bennani” dan “Normal Screen: Bertekad Berjalan Bersama”, yang masing-masing berfokus pada karya seniman pendatang baru keturunan Maroko serta kumpulan film pendek queer yang dikurasi oleh program pemutaran film independen Tokyo “Normal Screen” sebagai kurator tamu.