Mai (Haru Kuroki) dan suaminya, Koichi (Atsushi Hashimoto), pergi berlibur bersama keluarga ke sebuah hotel resor. Sembari menunggu hasil pemeriksaan prenatal, Mai semakin sensitif, tetapi Koichi hanya sibuk menghindari situasi ini. Ketegangan pasangan itu yang tersembunyi di balik sikap mereka yang bertolak belakang akhirnya meledak menjadi konflik yang sulit ditanggung. “The Day After Sunday”, film panjang ketiga sutradara Takuya Kato setelah “Grown-ups” (2022) dan “Fly On” (2023), sekali lagi membuktikan melalui penyutradaraan yang cermat dan estetika visual yang terperinci bahwa ia adalah salah satu sutradara muda paling orisinal dan patut diperhatikan dalam perfilman Jepang kontemporer. Melalui ruang tertutup dan dialog terkendali yang mengingatkan pada pementasan teater, film ini mengungkap keterputusan emosional di dalam keluarga modern. Hotel resor yang berkesan gersang itu bukan sekadar latar, melainkan berfungsi sebagai pemeran utama lain yang memperbesar kecemasan eksistensial pasangan tersebut. Meski mengangkat tema tradisional film Jepang tentang “perempuan yang menderita dalam diam”, sang sutradara tidak bersandar pada solusi sederhana, melainkan menyelami keretakan rumah tangga dan perempuan yang terombang-ambing rapuh di dalamnya dengan tatapan dingin dan tajam. Akting Haru Kuroki yang halus dan mendalam serta akhir terbuka yang membuat bulu kuduk merinding akan meninggalkan wacana dan perdebatan berbobot hingga lama setelah film berakhir.
Catatan program oleh Karen PARKDiterjemahkan oleh AI
Takuya Kato was born in Japan in 1993. He began writing scripts for television and radio at the age of 17, then moved to Italy to study film directing. After returning to Japan, he founded the Takumi Theatre Company, for which he has written and directed around twenty stage productions. He made his feature directorial debut with Grown-ups (2022), followed by Fly On (2023), for which he received the Yoshimitsu Morita Memorial New Director Award at the Yokohama Film Festival. The Day After Sunday is his third feature film.
Dari Festival Film Internasional Busan 2026, No. 31