Film terbaru Schanelec, yang belakangan menyajikan film-film bergaya stilisasi, adalah sebuah drama. Seorang istri yang mengalami kejadian malang menangis di bangku, dan suaminya yang mendengarkan kisahnya ambruk di jalan karena merasa kepalanya akan meledak. Cara beraktingnya mengagumkan: wajah tidak melebih-lebihkan emosi, gerak tubuh diminimalkan, dan suara keluar dari tubuh, bukan dari batin. Dalam adegan percakapan, ketika dialog diucapkan selama beberapa menit seolah sedang bermonolog seorang diri, bulu kuduk pun meremang. Selain itu, durasi setiap shot, sikap dalam memandang lanskap, penggunaan suara lokasi, dan ruang-ruang minimalis membedakannya dari drama pada umumnya. Barangkali “My Wife Cries” adalah persembahan bagi Straub, yang meninggal dalam rentang waktu tersebut. Karena ini benar-benar film materialis, bahkan sebuah derek yang bergerak perlahan di udara pun tidak dapat dipandang dengan acuh tak acuh. Meski demikian, adegan tak terduga yang diiringi lagu Cohen menunjukkan bahwa film ini tidak semata-mata dingin. Ini adalah film yang penuh ketegangan dan mengharukan.