Indonesia pada 1991, di bawah rezim kediktatoran yang telah berlangsung puluhan tahun tanpa diketahui kapan akan berakhir. Laut (Reza Rahadian), mahasiswa yang gemar melahap bacaan dari karya klasik hingga buku terlarang, mulai benar-benar membuka mata terhadap kekerasan negara dan kontradiksi sosial setelah bergabung dengan kelompok diskusi Kinan (Dian Sastrowardoyo). Lalu, tergerak oleh gerakan demokratisasi di Korea Selatan dan Filipina, ia terjun ke dalam gerakan mahasiswa. Meninggalkan kenyamanan keseharian dalam keluarga kelas menengah, ia bermimpi menjadi intelektual yang bertindak dan memilih perlawanan dengan mempertaruhkan nyawa. Namun, saat jaringan pengawasan kian mengepung, kawan-kawannya ditangkap satu per satu, dan Laut yang tengah bersembunyi pun ditangkap polisi berpakaian preman lalu menghilang. Keluarga yang ditinggalkan tak mampu melepaskan pegangan pada kebenaran dan harapan meski hidup dalam ketakutan yang mencekam, sementara mereka yang selamat terombang-ambing dalam rasa bersalah yang menyiksa dan pertanyaan tentang mengapa mereka selamat. Diadaptasi dari novel laris tahun 2017 karya penulis ternama Indonesia Leila S. Chudori, “Laut Bercerita” menggambarkan dengan hidup tragedi para korban penghilangan paksa pada 1990-an dan trauma yang tak dapat dihapus dari mereka yang ditinggalkan. Sutradara Yosep Anggi Noen, yang membangun dunia sinema yang khas sejak debutnya melalui “Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya” (2012), kembali menyoroti nasib dan pengorbanan individu yang terseret pusaran sejarah setelah “Istirahatlah Kata-kata” (2016), membuktikan kesadarannya yang mendalam akan utang kepada zamannya sebagai sineas.